WUJUD NASIONALISME MELALUI PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Setiap tanggal 2 Mei, Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional. Perayaan ini bukan hanya merupakan momen seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan dan memperkuat nasionalisme melalui pendidikan. Hari Pendidikan Nasional adalah waktu yang tepat untuk mengingatkan kita akan pentingnya pendidikan sebagai landasan utama pembangunan bangsa serta sebagai wahana untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air.

Pendidikan memainkan peran kunci dalam pembentukan karakter dan identitas nasional. Melalui pendidikan, generasi muda Indonesia diajarkan untuk menghargai, mencintai, dan memperjuangkan bangsa dan negara. Oleh karena itu, peringatan Hari Pendidikan Nasional seharusnya menjadi momen refleksi atas sejauh mana pendidikan telah mewujudkan nilai-nilai nasionalisme di tengah masyarakat. Salah satu wujud nasionalisme yang dapat direfleksikan melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia. Sejak dini, pendidikan seharusnya mengajarkan kepada anak-anak tentang beragam suku, agama, bahasa, dan budaya yang ada di Indonesia. 

Dengan demikian, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang menghargai dan menjaga keberagaman sebagai kekayaan bangsa. Selain itu, Hari Pendidikan Nasional juga menjadi momen untuk menegaskan pentingnya memahami sejarah dan jasa para pahlawan bangsa. Pendidikan sejarah yang baik akan membantu generasi muda memahami perjuangan bangsa dalam merebut kemerdekaan dan membangun negara ini. Dengan memahami sejarah, diharapkan mereka akan lebih bangga menjadi bagian dari Indonesia dan tergerak untuk berkontribusi dalam pembangunan masa depan.

Pendidikan karakter juga menjadi aspek penting dalam menumbuhkan nasionalisme. Melalui pendidikan karakter, siswa diajarkan nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan gotong royong. Nilai-nilai ini tidak hanya berlaku dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga sebagai bagian dari jiwa kebangsaan yang harus ditanamkan dalam diri setiap individu.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional juga dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kualitas pendidikan di Indonesia. Pendidikan yang berkualitas akan melahirkan generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing global. Maka dari itu, peringatan ini seharusnya juga dijadikan sebagai ajang untuk merenungkan upaya-upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah air.

Selain itu, pengembangan teknologi dan inovasi dalam pendidikan juga merupakan bentuk nyata dari nasionalisme. Dengan memanfaatkan teknologi, pendidikan dapat diakses oleh lebih banyak orang di seluruh pelosok Indonesia. Selain itu, inovasi dalam metode pembelajaran juga akan membuat pendidikan menjadi lebih menarik dan relevan bagi siswa, sehingga mereka lebih termotivasi untuk belajar dan berprestasi.

Selain aspek internal, peringatan Hari Pendidikan Nasional juga menjadi kesempatan untuk merenungkan peran pendidikan dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global. Indonesia sebagai bagian dari komunitas internasional harus memiliki generasi yang memiliki daya saing global, memiliki pengetahuan luas, keterampilan, dan kepedulian terhadap isu-isu global seperti perubahan iklim, perdamaian dunia, dan isu kemanusiaan lainnya.

Dengan demikian, peringatan Hari Pendidikan Nasional seharusnya tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga momen refleksi dan aksi untuk memperkuat nasionalisme melalui pendidikan. Pendidikan yang baik akan membentuk generasi yang mencintai tanah air, menghargai keberagaman, memahami sejarah bangsa, memiliki karakter yang kuat, berdaya saing global, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Inilah inti dari wujud nasionalisme melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional.


Penulis :

Benny Syuhada
Duta Damai BNPT RI Regional Aceh