Tarek Pukat dan Masyarakat

Sebuah tradisi bagi masyarakat diwilayah pesisir adalah tarek pukat.
Tradisi ini merupakan kegiatan menjaring ikan menggunakan jaring yang panjang yang ditebar dipesisir pantai.
Tarek pukat berasal dari bahasa Aceh yang memberi arti menarik pukat atau jaring penangkap ikan.

Kegiatan tarik pukat sudah dilakukan oleh masyakarat yang tinggal di wilayah pesisir sejak lama. Tradisi yang sudah menjadi warisan dari para pendahulu yang hingga kini masih terus dilestarikan oleh masyarakat.
Pada hikayatnya tarik pukat sudah ada sejak masa kesultanan Aceh pada abad ke-16.
Kegiatan membuat jaring, menyulam benang hingga menjadi pukat serta menggunakannya dilaut adalah hal yang lazim dilingkungan nelayan pesisir pantai Aceh.

Tarek pukat dilakukan dengan cara menebar jaring sekitar 1 mil dilautan, namun salah satu sisinya masih berada didarat, pukat dibentang membentuk huruf U yang tujuannya ialah untuk memerangkap ikan.
Proses ini biasanya melibatkan 10 sampai 15 orang baik nelayan maupun masyarakat yang datang untuk membantu, dan kegiatan ini membutuhkan waktu 2 hingga 5 jam tergantung luas area yang dicakup oleh pukat.
Mereka biasanya terbagi disisi kanan dan kiri jaring, berbaris rapi, lalu secara perlahan berjalan mundur sambil menarik jaring.
Pada prosesnya sesekali terdengar sahutan pemberi semangat antar nelayan karena proses ini membutuhkan lebih dari 1 jam serta agar suasana menjadi bersemangat dan menyenangkan.

Tradisi ini melambangkan secara nyata semangat gotong royong dari masyarakat Aceh, semua pihak yang terlibat mendapatkan bagian dari hasil tangkapan ikan, hal ini juga melambangkan nilai kejujuran bukan hanya antar nelayan saja tapi juga masyarat yang ikut membantu.
Perkerjaan tarik pukat membutuhkan kebersamaan, kerja tim dan tidak bisa dilakukan satu dua orang saja.
Oleh sebab itu mereka yang berada disekitar pesisir pantai saling tolong menolong dalam menarik pukat.

Tradisi tarik pukat harus terus dilestarikan oleh masyakat aceh, agar rasa kebersamaan dan tolong menolong dalam masyakarat terus terjaga.
Kegiatan ini selain menjadi budaya juga dapat menarik perhatian wisatawan karena merupakan hal yang unik dan memiliki daya tarik.
Tradisi ini juga dituangkan dalam seni tari dan syair yang berjudul tari tarik pukat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.